Friday, December 31, 2010

Nabi Yusha' A.S.

Yusha‘ bin Nūn (Arab:يوشع) adalah salah seorang nabi yang memimpin Bani Israel memasuki kota Yareho (Jericho). Yusha‘ bin Nūn membawa ajaran Musa pada pertama kali tiba di "Tanah Yang di Janjikan". Ia mengatur penempatan kedua belas suku Israel setibanya di Kanaan. Yusha dikenal sebagai Joshua didalam Taurat. Namanya tidak disebutkan secara langsung tetapi Al-Qur'an mereferensikannya bersama dengan kisah Musa didalam surah Al-maidah, Al Kahfi dan Waqi'ah.

Sesudah Harun dan Musa wafat, kaum Bani Israil dipimpin oleh Yusha‘ bin Nūn, yang memang telah ditunjuk oleh Musa untuk menggantikannya sebelum kewafatannya. Berkat kepemimpinan Yusha‘ bin Nūn mereka dapat menguasai tanah Palestin dan menetap tinggal di istana. Namun setelah Yusha‘ bin Nūn wafat, mereka berpecah-belah. Dalam ajaran Islam dikatakan bahawa isi kitab Taurat mereka diubah dan ditambah-tambah. Mereka sering berselisih pendapat sesama mereka sendiri hingga akhirnya hilanglah kekuatan persatuan mereka, yang mengakibatkan tanah Palestin diserbu dan dikuasai oleh bangsa lain. Dari segi positifnya adalah ketika dia meninggal, semua tugas untuk mengatur dua belas suku tersebut telah selesai sesuai dengan kehendak Allah.

Matahari Terhenti seketika
Di antara mukjizat Nabi Yusha' ialah Allah berhentikan matahari bagi menyebabkan hari Jumaat berpanjangan bagi membolehkan perang diteruskan. Hal ini kerana waktu itu Allah mengharamkan kaum Yahudi berperang pada hari Sabtu, dalam satu peperangan terhadap kaum kanaan yang berlaku pada hari Jumaat, maka berlakulah mukjizat tersebut. Mengikut syariat terdahulu, hari sabtu hanya untuk melakukan ibadat. Nabi Yusha' telah berdoa agar Allah memberhentikan seketika matahari bagi membolehkan Nabi Yusha' bersama-sama tenteranya menggempur kota Jericho yang merupakan "Tanah Yang di Janjikan".

3 comments:

  1. Thanks...wah artikel yg aku tunggu2 ne mas, ttg Nabi selain 25 yg wajib diyakini..selain Syith AS Khidir AS dan Yusha AS masih ada berapa banyak Nabi mas?

    ReplyDelete
  2. Sori!

    Mengenai kisah Nabi Yusya As bin Nun, aku memang sudah tahu.
    And akupun sudah tahu bahwa mukjizat nabi Yusya As adalah bisa memberhentikan matahari ketika matahari itu akan terbenam.

    Tapi aku sampai sekarang masih kurang yakin dengan mukjizat nabi Yusya As tersebut.
    Terlebihnya itu cuman apa kata hadits, bukan kata Alqur'an yang karim. Jadi bisa jadi itu hanyalah hadits ma'udhu (hadits palsu) atau hadits dha'if (hadits lemah), sementara kita selaku Muslim harus mempercayai hadits shahih, atau setidaknya hadits hasan.

    Bukannya aku tidak percaya, tetapi aku kurang percaya dengan mukjizat nabi Yusya As yang bisa memberhentikan matahari.

    Na'udzubillah!, bukannya aku meragukan akan kebesaran Allah Ta'ala, namun aku mengenai masalah astronominya.

    Kita tau bahwasanya matahari itu adalah pusat tata surya di galaksi Bimasakti kita ini.

    Terjadinya siang dan malam itu disebabkan karena rotasi bumi (perputaran bumi pada porosnya), jadi sama sekali matahari gak pernah mengelilingi bumi, tetapi bumilah yang bertawaf mengelilingi matahari.

    Mungkin sih ada benarnya juga klo ternyata pada saat terjadi demikian, rotasi bumi tiba-tiba berhenti dengan sendirinya, berkat doa nabi Yusya As yang terkabul oleh Allah yang menguasai langit dan bumi agar nabi Yusya As berjihad di jalan Allah.

    Jadi aku tidak pernah meragukan akan kebenaran cerita tersebut, klo memang rotasi bumi terhenti karena kehendak Allah yang maha penyayang.

    Namun yang masih menjadi pertanyaannya adalah, terjadinya siang dan malam itu tentu bukanlah matahari yang mengelilingi bumi, melainkan bumilah yang berputar di tempatnya. Nah, sekarang klo misalkan bumi dahulu pernah terhenti dari perputarannya karena mukjizat nabi Yusya As, maka kenapa sampai sekarang jam dan detik tidak pernah ngaco, padahal jam dan detik itu adalah ciptaan manusia?...

    Memang sih pada saat zaman Yusya As belum ditemukannya jam, tetapi klo misalkan bumi terhenti berotasi, berarti itu 'kan terjadi bukan di daerahnya nabi Yusya As aja 'kan, tetapi di seluruh dunia pun pernah merasakannya.
    Tapi kenapa sampai saat ini gak ada satu teori pun yang membahas mengenai perhentian rotasi bumi?...
    Malah yang ada para ilmuwan berkata bahwa bumi terus berotasi pada porosnya dan matahari tetap bersinar lebih dari 5 milyar tahun?...


    Tapi sih, Wallahu'alam!

    Salam dari saya!

    ReplyDelete
  3. Assalam tuan DADA CHANDRA RAMADHAN, terima kasih di atas komentar tuan. Maaf sekiranya terdapat kekurangan pada kisah Nabi Yusha'yang telah saya postkan ni. Sebagai manusia biasa, memang tidak lari daripada kesilapan. Bolehkah saya mau tau dari mana tuan mengetahui bahawa kisah ini adalah daripada hadis Maudhu'atau hadis Dhaif?

    ReplyDelete